2013/01/08

It's All About Autism..



A.     Hakikat Autisme
1.  Pengertian Anak dengan Gangguan Autisme
Autis, autistik atau autisme itu sendiri adalah merupakan sebuah gangguan perkembangan pervasif yang luas, berat dan kompleks. “Auto” yang berarti sendiri dan “isme” yang berarti aliran/senang, yang gangguan tersebut meliputi gangguan dalam hal ; berinteraksi sosial, berkomunikasi, berbahasa, berperilaku, dalam hal emosi, kognitif dan lain sebagainya.[1]
Meningkatnya jumlah anak penyandang gangguan autisme saat ini, sangat menarik perhatian berbagai elemen masyarakat untuk mengetahui lebih lengkap berbagai hal mengenai anak dengan gangguan autisme, karena anak dengan gangguan autisme dalam kegiatannya menampakkan perilaku yang “unik”, bagi masyarakat yang sangat awam terhadap masalah anak dengan gangguan autisme menganggap bahwa anak dengan gangguan autisme adalah anak cacat mental, anak nakal, bahkan sampai pada tingkat yang lebih berat yaitu “anak gila”, berbagai pandangan tersebut didasarkan pada perilaku anak dengan gangguan autisme yang melakukan aktifitas-aktifitas yang tidak wajar yang biasanya hanya dilakukan oleh orang yang tidak normal, seperti berbicara sendiri, teriak-teriak, tertawa sendiri, menyakiti diri sendiri, bahkan sampai menyakiti orang lain tanpa sebab yang jelas.
Anak dengan gangguan autisme bukan “anak ajaib” atau “pembawa hoki” (gifted child), seperti kepercayaan sebagian orang tua. Jadi, jangan mengharapkan keajaiban muncul darinya. Namun, ia juga bukan bencana, kehadirannya ditengah keluarga tidak akan merusak keharmonisan keluarga. Anak dengan gangguan autisme seperti anak-anak lain, mereka membutuhkan bimbingan dan dukungan lebih dari orang tua dan lingkungannya untuk tumbuh dan berkembang agar dapat hidup mandiri.
Penyandang anak dengan gangguan autisme tidak dapat berhubungan dengan orang lain secara berarti, serta kemampuannya untuk membangun hubungan dengan orang lain terganggu karena ketidakmampuannya untuk berkomunikasi dan untuk mengerti perasaan orang lain.
Menurut D.S. Prasetyono seperti yang dikutip dari buku serba-serbi anak autis, anak dengan gangguan autisme adalah gangguan perkembangan yang khususnya terjadi pada masa anak-anak yang membuat seseorang tidak mampu mengadakan interaksi sosial dan seolah-olah hidup dalam dunianya sendiri.[2] Akibatnya anak tersebut terisolasi dari manusia lain dan masuk dalam dunia repetitive, aktivitas dan minat yang obsesif.
Gejala anak dengan gangguan autisme dapat timbul sebelum anak mencapai usia tiga tahun. Pada sebagian anak, gejala-gejala itu sudah ada sejak lahir. Seorang ibu yang sangat cermat memantau perkembangan anaknya akan melihat beberapa keganjilan sebelum anaknya mencapai usia satu tahun. Hal yang akan sangat menonjol adalah tidak adanya kontak mata atau sangat kurangnya tatapan mata yang diberikan oleh anak terhadap orang lain.
Dengan demikian, secara sederhana definisi dari anak dengan gangguan autisme dapat disimpulkan sebagai berikut : “merupakan sebuah gangguan perkembangan pervasif yang sangat berat, kompleks dan luas yang kaitannya dengan gangguan dalam hal berinteraksi sosial, berkomunikasi, berbahasa, berperilaku, emosi, maupun kognitifnya, yang akan sangat membutuhkan penanganan-penanganan khusus guna meminimalisir gangguan yang dialaminya”.


2.    Karakteristik Anak dengan Gangguan Autisme
Kebanyakan anak dengan gangguan autisme berpenampilan seperti anak pada umumnya, tetapi lebih banyak dari mereka yang menghabiskan waktunya dengan bermain puzzle dan berperilaku mengganggu, yang berbeda dengan anak-anak pada umumnya (termasuk orang tuanya). Mereka sering digambarkan tinggal didunianya sendiri.
Menurut Depdiknas, seperti halnya anak pada umumnya, penyandang anak dengan gangguan autisme memiliki perbedaan dalam kemampuan dan perilaku. Masing-masing anak memiliki sekumpulan ciri-ciri yang unik dari anak dengan gangguan autisme sebagai berikut : hambatan dalam membentuk hubungan sosial berupa (1) cenderung menyendiri dan tidak inisiatif untuk melakukan kontak dengan orang lain maupun teman sebaya, (2) kesulitan dalam mengekspresikan emosi dan memahami perasaan orang lain, (3) kurang dapat bereaksi secara tepat terhadap perasaan dan emosi orang lain, (4) tidak mampu membentuk hubungan pertemanan dan berinteraksi sosial sesuai usianya, (5) minat terbatas dan tidak dapat bermain secara akurat, (6) keterbatasan dalam keterampilan sosial.
Hambatan dalam komunikasi verbal dan non verbal berupa (1) keterlambatan atau kegagalan dalam perkembangan bahasa, yang mana tidak dikompensasikan dengan penggunaan gesture (isyarat), (2) kegagalan dalam merespon komunikasi orang lain, seperti misalnya tidak bereaksi bila dipanggil, (3) penggunaan bahasa yang repetitif dan stereotip, (4) kebingungan dalam penggunaan kata ganti diri sendiri seperti saya menjadi kamu dan sebaliknya.
Pola-pola perilaku yang unik berupa (1) gerakan tubuh berulang-ulang yang mengganggu proses pelaksanaan tugas, seperti mengepakkan tangan, menjentikkan jari, berteriak-teriak, loncat-loncat dan sebagainya, (2) preokupasi pada bagian-bagian dari atau ketertarikan pada objek tertentu, (3) tidak menyukai perubahan, (4) memaksakan rutinitas secara detail, (5) minat yang sangat sempit dan terbatas.[3]
Selain ciri-ciri tersebut kriteria anak dengan gangguan autisme juga dapat dilihat dari beberapa sisi diantaranya dari interaksi sosial, komunikasi, perilaku sosial emosi, sensorik motorik.
Dari interaksi sosial, bagaimana anak berkomunikasi (1) echolalia, (2) isi pembicaraan aneh, (3) tidak berkomunikasi secara dua arah, (4) aneh dan isi pembicaraan yang tidak relevan. Dari bagaimana anak berperilaku pada hal dan minat yang terbatas pada itu-itu saja (1) menyendiri, (2) pasif, (3) kurang motivasi, (4) tantrum, (5) agresif. Atau dari gangguan emosi dan kognitif anak seperti (1) anak kesulitan mengidentifikasi emosi dan mengekspresikan emosi, (2) cenderung lebih banyak menunjukkan emosi yang negative, (3) kurang tertarik dan tidak mau berkomunikasi dengan menatap wajah orang lain. Dan dari segi kognitif, rata-rata anak dengan gangguan autisme mempunyai memori yang luar biasa walaupun cenderung tidak fungsional, atau dengan problem solving yang buruk terutama tidak mampu membaca informasi kontekstual.
Menurut D.S. Prasetyono dalam bukunya serba-serbi anak autis, dikemukakan bahwa anak dengan gangguan autisme memiliki kemungkinan untuk dapat disembuhkan. Akan tetapi hal ini tergantung dari berat tidaknya gangguan yang ada pada anak.[4] Perilaku anak dengan gangguan autisme juga disebabkan oleh adanya kelainan lain yang bukan autisme, sehingga dapat dilakukan tes klinis lainnya untuk dapat memastikan kemungkinan-kemungkinan adanya penyebab lain tersebut.
Karakteristik dari anak penyandang autisme ini banyak ragamnya, sehingga cara diagnosis yang paling ideal adalah dengan memeriksakan anak pada beberapa tim dokter ahli, seperti ahli neurologi, ahli psikologi anak, ahli penyakit anak, ahli terapi bahasa, ahli pengajar dan ahli profesional lainnya di bidang autisme.
Mungkin secara sekilas, penyandang anak dengan gangguan autisme dapat terlihat seperti anak dengan keterbelakangan mental, kelainan perilaku, gangguan pendengaran, atau berperilaku aneh dan nyentrik. Hal yang dapat lebih menyulitkan adalah jika semua gejala tersebut timbul pada anak secara bersamaan. Oleh karena itu, sangatlah penting untuk membedakan antara anak dengan gangguan autisme dengan penyakit lainnya, sehingga diagnosis yang akurat dan penanganan sedini mungkin dapat dilakukan untuk menentukan tindakan dan arahan selanjutnya yang sebaiknya diberikan untuk anak dengan gangguan autisme.[5]
3.  Perilaku Anak dengan Gangguan Autisme
Perilaku anak dengan gangguan autisme berbeda dari perilaku anak pada umumnya. Dengan mengetahui ciri-ciri dan karakteristik anak dengan gangguan autisme maka dapat dikatakan bahwa perilaku anak anak dengan gangguan autisme dibagi menjadi dua, yaitu perilaku yang berlebihan (excessive) dan perilaku yang berkekurangan/pasif (deficit). [6]
Yang termasuk kedalam perilaku yang berlebihan antara lain : (1) perilaku self abusive berupa perilaku yang suka menyakiti dirinya sendiri seperti dengan menggigit, mencakar diri sendiri, memukul-mukul kepalanya, menjambak rambut, dsb, (2) perilaku agresif yaitu perilaku menyerang yang ditujukan kepada orang lain, seperti mencubit, mencakar, menendang, menggigit, memukul, dan sebagainya, (3) perilaku tantrum yaitu perilaku mengamuk atau marah besar tanpa suatu sebab yang pasti. Ini di contohkan dengan menjerit-jerit, berguling-guling, berteriak, menangis, meloncat, dan sebagainya, (4) perilaku stimulasi diri yaitu perilaku yang ditujukan untuk dirinya sendiri yang dilakukan untuk membuat dirinya asik, pada umumnya perilaku ini terlihat tidak normal seperti mengepak-ngepakkan tangannya, bertepuk tangan secara berulang-ulang, melompat-lompat, berputar seperti mobil-mobilan, dan sebagainya, dan (5) masuk ke dalam sesuatu atau memberantakkan sesuatu yang ditujukan untuk dirinya sendiri, yang dilakukan seperti masuk ke dalam lemari, memberantakkan buku-buku atau mainan, dan sebagainya.[7]
Sedangkan yang termasuk ke dalam perilaku berkekurangan/pasif (deficit) antara lain : (1) adanya gangguan berbicara seperti ekolalia (membeo), mengulang kata atau kalimat yang di dengarnya, (2) perilaku sosial yang tidak berkembang seperti menganggap orang disekitarnya hanya sebagai objek mainannya dan sebagainya, (3) sensasi indera yang kurang di fungsikan seperti dicubit dan tidak merasakan sakitnya, terlihat tuli padahal mampu mendengar, dan sebagainya, (4) tidak dapat bermain dengan benar seperti bermain secara monoton (itu-itu saja), stereotipik, dan sebagainya, (5) ekspresi emosi yang kosong seperti melamun, memandang tetapi tidak melihat. Dengan mengetahui perilaku yang berlebihan (excessive) dan perilaku yang berkekurangan (deficit), maka guru dapat memberikan pengajaran, pelatihan ataupun pelayanan kepada anak dengan gangguan autisme dengan bertujuan untuk memperbaiki perilaku diatas.

هناك تعليق واحد:

  1. غير معرف3/3/22 14:35

    Caesars Rewards - Hotel Rewards - MJH Hub
    Play 대구광역 출장마사지 now for an exclusive $30 free breakfast credit, daily breakfast credit, 계룡 출장샵 hotel 세종특별자치 출장마사지 room credit, and casino room 여주 출장안마 credit. 태백 출장마사지 Use code WABBYEE or visit www.lvmo.com.

    ردحذف